we like "ulet"

Faktor Emisi adalah adalah nilai representatif yang menghubungkan kuantitas suatu polutan yang dilepaskan ke atmosfer dari suatu kegiatan yang terkait dengan sumber polutan. Faktor-faktor ini biasanya dinyatakan sebagai berat polutan dibagi dengan satuan berat, volume, jarak, atau lamanya aktivitas yang mengemisikan polutan (misalnya, partikel yang diemisikan kilogram per megagram batubara yang dibakar). Pada beberapa kasus, faktor-faktor ini hanyalah rata-rata dari semua data yang tersedia dengan kualitas yang dapat diterima.

Persamaan umum untuk estimasi emisi adalah:

E = A x EF x (1-ER/100) E = A x EF x (1-ER/100)

Keterangan :

E = emisi

A = laju aktifitas

EF = faktor emisi

ER = efisiensi pengurangan emisi keseluruhan, %

Emisi dapat dikategorikan menjadi:

  • emisi langsung, adalah emisi yang keluar langsung dari aktifitas atau sumber dalam ruang batas yang ditetapkan. Contoh: emisi CO2 dari kendaraan bermotor.
  • emisi tidak langsung, merupakan hasil dari aktifitas di dalam ruang batas yang ditetapkan. Contoh: konsumsi energi listrik di rumah tangga.

Secara geografis, emisi dibedakan menjadi

  • emisi on-site, emisi yang terjadi di lokasi aktifitas atau projek
  • emisi off-site, emisi yang dihasilkan dari aktifitas di tempat lain.

    Kategori Faktor Emisi

Berikut merupakan contoh-contoh faktor-faktor emisi gas:

Tabel Faktor Emisi

SUMBER :

  1. http://sim.nilim.go.jp/GE/SEMI6/Paper/06-FEN.doc , didownload pada tanggal 28 Feb 2010
  2. http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-industri/limbah-industri/prediksi-pencemaran-udara/ , didownload pada tanggal 28 Feb 2010
  3. http://www.eea.europa.eu/publications/EMEPCORINAIR5/group_04.pdf , di download pada tanggal 28 Feb 2010 pukul 14.05
  4. http://www.eea.europa.eu/publications/EMEPCORINAIR5/B561vs2.2.pdf , didownload pada tanggal 28 Feb 2010 pukul 13.35
  5. http://www.epa.gov/ttnchie1/ap42/ , didownload pada tanggal 28 Feb 2010
  6. http://www.epa.gov/ttnchie1/ap42/ch01/bgdocs/b01s05.pdf , didownload pada tanggal 28 Feb 2010
  7. http://www.fi.lt/afch/efactors.php?lang=en , didownload pada tanggal 28 Feb 2010 pukul 13.05
  8. http://www.naei.org.uk/emissions/selection.php , didownload pada tanggal 28 Feb 2010 pukul 13.15

Gas-gas rumah kaca secara alamiah menyelimuti bumi dan menjaganya lebih hangat (33°C) daripada tanpa gas-gas tersebut. Hal ini yang disebut dengan Efek Rumah kaca. Yang terjadi adalah sama dengan yang terjadi di dalam rumah kaca, cahaya matahari menembus kaca dan dipantulkan kembali oleh benda-benda dalam ruangan rumah kaca sebagai gelombang panas yang berupa sinar infra merah. Namun gelombang panas itu terperangkap di dalam ruangan kaca serta tidak bercampur dengan udara dingin di luarnya. Akibatnya, suhu di dalam rumah kaca lebih tinggi daripada di luarnya.

”] ”]

Penyebab

Beberapa gas yang menyebabkan efek rumah kaca adalah:

  • Carbon dioxide (CO2) -à berasal dari pembakaran bahan bakar fossil, pembakaran dan penggundulan hutan, dan penggunaan lahan.
  • Methane (CH4) –> banyak berasal dari limbah peternakan sapi, domba, kambing, kuda, dan lain-lain.
  • Nitrous oxide (N2O) –> berasal dari pabrik pembuatan pupuk, dimana ketika menguraikan tanah, nitogen oksida lepas ke atmosfer.
  • Industrial Gases(High GWP Gases): –> banyak digunakan pada lemari es, pendingin ruangan, dan spray.
    • Hydrofluorocarbons (HFCs) –> merupakan pengganti CFC karena tidak menghansurkan struktur ozon, namun tetap menimbulkan dampak efek rumah kaca, dimana mereka menangkap panas bumi.
    • Perfluorocarbons (PFCs)
    • Sulfur hexafluoride (SF6)
”]

DAMPAK

Banyak dampak yang terjadi pada lingkungan akibat efek rumah kaca ini, yaitu meningkatnya jumlah uap air di atmosfer, dan melelehnya es di kutub utara, semakin sering terjadi banjir, menaiknya level permukaan air laut sekitar 4-10 inci. Kenaikan level permukaan air laut juga akan meningkatkan salinitas dari air tawar di bumi dan menyebabkan pesisir pantai terkikis. Semakin panasnya air dan kelembaban, akan mengubah jenis ombak yang akan terbentuk dimana ombak akan semakin kuat dan mulai mengikis pesisir pantai.

”] ”]

Efek rumah kaca juga membawa dampak bagi kesehatan manusia, dimana terjadinya imigrasi binatang-binatang menuju kutub bumi. Mereka mampu bermigrasi sejauh 550 km. Beberapa binatang yang bermigrasi ini membawa penyakit yang nanti akan menyebar ke tempat imigrasinya, contohnya malaria dan demam berdarah. Peningkatan penyakit bisa mencapai 10 -15%.

Meningkatnya panas bumi juga pasti akan membawa efek langsung terhadap manusia, akan lebih banyak manusia menderita serangan jantung, serangan panas, dan penyakit lain yang disebabkan oleh panas.

SUMBER :

1 http://bennysyah.edublogs.org/2007/01/23/mengenal-efek-rumah-kaca/

2 http://putraprabu.files.wordpress.com/2008/10/efek-rumah-kaca.jpg

3 http://www.greeneducationnetwork.com/wp-content/uploads/2009/06/Greenhouse-Gas-EPA.gif

4 http://www.umich.edu/~gs265/society/greenhouse.htm

5 http://whyfiles.org/158glowarm_evid/images/sea_level_ipcc_74.gif

keterangan:

Semua referensi di download pada Senin, 15 Februari 2010, pukul 21.00

Pencemaran udara diartikan sebagai adanya bahan-bahan atau zat-zat asing di dalam udara yang menyebabkan perubahan susunan (komposisi) udara dari keadaan normalnya. Kehadiran bahan atau zat asing di dalam udara dalam jumlah tertentu serta berada di udara dalam waktu yang cukup lama, akan dapat mengganggu kehidupan manusia. Bila keadaan seperti itu terjadi maka udara dikatakan telah tercemar.

Di dalam PP 41 ayat 1 Pasal 1 Bab I Ketentuan Umum dinyatakan bahwa:

”Pencemaran udara adalah masuknya atau dimasukkannya zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam udara ambien oleh kegiatan manusia, sehingga mutu udara ambien turun sampai tingkat tertentu yang menyebabkan udara ambien tidak dapat memenuhi fungsinya.”

Sumber Pencemaran Udara

Terdapat 2 jenis pencemar  yaitu sebagai berikut :

  1. Zat pencemar primer, yaitu zat kimia yang langsung mengkontaminasi udara dalam konsentrasi yang membahayakan. Zat tersebut bersal dari komponen udara alamiah seperti karbon dioksida, yang meningkat diatas konsentrasi normal, atau sesuatu yang tidak biasanya, ditemukan dalam udara, misalnya timbal.
  2. Zat pencemar sekunder, yaitu zat kimia berbahaya yang terbentuk di atmosfer melalui reaksi kimia antar komponen-komponen udara.

Sumber bahan pencemar primer dapat dibagi lagi menjadi 2 golongan besar :

  1. Sumber alamiah

Beberapa kegiatan alam yang bisa menyebabkan pencemaran udara adalah kegiatan gunung berapi, kebakaran hutan, kegiatan mikroorganisme, dan lain-lain. Bahan pencemar yang dihasilkan umumnya adalah asap, gas-gas, dan debu.

  1. Sumber buatan manusia atau sumber anthropogenic

Kegiatan manusia yang menghasilkan bahan-bahan pencemar bermacam-macam antara lain adalah kegiatan-kegiatan berikut :

  1. Pembakaran, seperti pembakaran sampah, pembakaran pada kegiatan rumah tangga, industri, kendaraan bermotor, dan lain-lain. Bahan-bahan pencemar yang dihasilkan antara lain asap, debu, grit (pasir halus), dan gas (CO dan NO).
  2. Proses peleburan, seperti proses peleburan baja, pembuatan soda,semen, keramik, aspal. Sedangkan bahan pencemar yang dihasilkannya antara lain adalah debu, uap dan gas-gas.
  3. Pertambangan dan penggalian, seperti tambang mineral and logam. Bahan pencemar yang dihasilkan terutama adalah debu.
  4. Proses pengolahan dan pemanasan seperti pada proses pengolahan makanan, daging, ikan, dan penyamakan. Bahan pencemar yang dihasilkan terutama asap, debu, dan bau.
  5. Pembuangan limbah, baik limbah industri maupun limbah rumah tangga. Pencemarannya terutama adalah dari instalasi pengolahan air buangannya. Sedangkan bahan pencemarnya yang teruatam adalah gas H2S yang menimbulkan bau busuk.
  6. Proses kimia, seperti pada proses fertilisasi, proses pemurnian minyak bumi, proses pengolahan mineral. Pembuatan keris, dan lain-lain. Bahan-bahan pencemar yang dihasilkan antara lain adalah debu, uap dan gas-gas
  7. Proses pembangunan seperti pembangunan gedung-gedung, jalan dan kegiatan yang semacamnya. Bahan pencemarnya yang terutama adalah asap dan debu.
  8. Proses percobaan atom atau nuklir. Bahan pencemarnya yang terutama adalah gas-gas dan debu radioaktif

PROSES TERJADINYA PENCEMARAN UDARA

EFFECTS?

  • Lokal: kesehatan, kualitas udara perkotaan, kerusakan material (oksidan fotokimia, jarak pandang/visibilitas)
  • Regional: hujan asam, oksidan fotokimia, kerusakan ekosistem dan tanaman pertanian
  • Global: perubahan iklim, lubang ozon di stratosfer

Oksidan Fotokimia O3

Kerusakan Material

Gangguan Sistem Pernafasan

Kerusakan Hutan

Kerusakan Ekosistem

http://rizky07.blog.binusian.org/2009/09/29/pencemaran-udara/, didownload pada 15 Februari 2010, pukul 19.05

http://putraprabu.wordpress.com/2008/12/12/pencemaran-udara/, didownload pada 15 Februari 2010, pukul 19.05

http://127.0.0.1:4664/redir?url=file%3A%2F%2FD%3A\about+kampus\materi+kuliah\TL+sem+6\Pencemud\SL1101-TL-01.pptx%3Fevent_id%3D105670%26schema_id%3D6%26q%3Dsumber%2B%2Bpencemar%2Budara%2Banthropogenik&src=8&schema=6&s=jL-KsAV-9f4TFNVcYUMOZ7RjsPY, didownload pada 15 Februari 2010, pukul 19.35

Akibat aktifitas perubahan manusia udara seringkali menurun kualitasnya. Perubahan kualitas ini dapat berupa perubahan sifat-sifat fisis maupun sifat-sifat kimiawi. Perubahan kimiawi, dapat berupa pengurangan maupun penambahan salah satu komponen kimia yang terkandung dalam udara, yang lazim dikenal sebagai pencemaran udara. Kualitas udara yang dipergunakan untuk kehidupan tergantung dari lingkungannya. Kemungkinan disuatu tempat dijumpai debu yang bertebaran dimana-mana dan berbahaya bagi kesehatan. Demikian juga suatu kota yang terpolusi oleh asap kendaraan bermotor atau angkutan yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

Pencemaran udara yang diakibatkan oleh gas buang kendaraan bermotor pada akhir- akhir ini sudah berada pada kondisi yang sangat memprihatinkan dan memberikan andil yang terbesar dalam pencemaran udara secara total terutama di kota-kota besar negara berkembang.

Salah satu polutan gas buang kendaraan bermotor yang ikut berpartisipasi dalam pencemaran udara adalah hidrokarbon. Bensin yang digunakan sebagai bahan bakar untuk kendaraan bermotor merupakan suatu campuran komplek antara hidrokarbonhidrokarbon sederhana dengan sejumlah kecil bahan tambahan non-hidrokarbon bersifat sangat volatil yang sangat mudah menguap dan mengemisikan hidrokarbon ke udara. Hidrokarbon yang diemisikan tersebut merupakan polutan primer karena dilepaskan ke udara secara langsung oleh kendaraan bermotor baik pada saat pengisian bahan bakar maupun karena tidak sempurnanya pembakaran yang terjadi di ruang bakar.

Menurut WHO di seluruh dunia, polusi udara menyebabkan kematian 800.000 orang setiap tahun. Berdasarkan studi Bank Dunia tahun 1994, pencemaran udara merupakan pembunuh kedua bagi anak balita di Jakarta, 14% bagi seluruh kematian balita seluruh Indonesia dan 6% bagi seluruh angka kematian penduduk Indonesia. Jakarta sendiri adalah kota dengan kualitas terburuk ketiga di dunia (www.euro.who.int, 2006).

KARAKTERISTIK HIDROKARBON

Struktur Hidrokarban (HC) terdiri dari elemen hidrogen dan korbon dan sifat fisik HC dipengaruhi oleh jumlah atom karbon yang menyusun molekul HC. HC adalah bahan pencemar udara yang dapat berbentuk gas, cairan maupun padatan. Semakin tinggi jumlah atom karbon, unsur ini akan cenderung berbentuk padatan. Hidrokarbon dengan kandungan unsur C antara 1-4 atom karbon akan berbentuk gas pada suhu kamar, sedangkan kandungan karbon diatas 5 akan berbentuk cairan dan padatan.

HC yang berupa gas akan tercampur dengan gas-gas hasil buangan lainnya. Sedangkan bila berupa cair maka HC akan membentuk semacam kabut minyak, bila berbentuk padatan akan membentuk asap yang pekat dan akhirnya menggumpal menjadi debu. Berdasarkan struktur molekulnya, hidrokarbon dapat dibedakan dalam 3 kelompok yaitu hidrokarban alifalik, hidrokarbon aromatik dan hidrokarbon alisiklis. Molekul hidrokarbon alifalik tidak mengandung cincin atom karbon dan semua atom karbon tersusun dalam bentuk rantai lurus atau bercabang.

Hidrokarbon (HC), walaupun ada berbagai nama untuk polutan ini, mulai dari “gas organik reaktif” sampai “senyawa organik yang mudah menguap”, tetapi semua nama tersebut mengacu pada ribuan polutan yang terdapat dalam bensin yang tak terbakar, cairan pencuci kering, zat pelarut untuk industri, dan berbagai jenis kombinasi lain dari hidrogen dengan karbon. Banyak jenis hidrokarbon berbahaya secara sendiri-sendiri: benzene, suatu konstituen dari gasolin, misalnya, dapat menimbulkan leukemia. Jenis-jenis lain bereaksi dengan oksida-oksida nitrogen dalam cahaya matahari, dan menimbulkan asap kabut atau ozon.

Hidrokarbon dan oksidan fotokimia merupakan komponen polutan udara yang berbeda tetapi mempunyai hubungan satu dengan yang lain. Hidrokarbon merupakan polutan primer karena dilepaskan ke udara secara langsung, sedangkan oksidan fotokimia berasal dari reaksi-reaksi yang melibatkan hidrokarbon baik secara langsung maupun tidak langsung. Masalah yang dihadapi karena adanya polusi hidrokarbon harus mempertimbangkan juga adanya polusi oksidan fotokimia.

Menurut Soedomo (2001), hidrokarbon merupakan teknologi umum yang digunakan untuk beberapa senyawa organic yang diemisikan bila bahan bakar minyak dibakar. Sumber langsung dapat berasal dari berbagai aktivitas perminyakan yang ada, seperti ladang minyak, gas bumi geothermal. Umumnya hidrokarbon terdiri atas methana, ethan dan turunan-turunan senyawa alifatik dan aromatic. Hidrokarbon dinyatakan dengan hidrokarbon total (THC).

Senyawa hidrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi berupa benzena, toluena, ethylbenzena, dan isomer xylena, dikenal sebagai BTEX, merupakan komponen utama dalam minyak bumi, bersifat mutagenik dan karsinogenik pada manusia. Senyawa ini bersifat rekalsitran, yang artinya sulit mengalami perombakan di alam, baik di air maupun di darat.

JENIS-JENIS HIDRO KARBON

SUMBER DAN DISTRIBUSI

Hidrokarbon merupakan segolongan senyawa yang banyak terdapat di alam sebagai minyak bumi. Indonesia banyak menghasilkan minyak bumi yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, diolah menjadi bahan bakar motor, minyak pelumas, dan aspal.

Sebagai bahan pencemar udara, Hidrokarbon dapat berasal dari proses industri yang diemisikan ke udara dan kemudian merupakan sumber fotokimia dari ozon. HC merupakan polutan primer karena dilepas ke udara ambien secara langsung.

Kegiatan industri yang berpotensi menimbulkan cemaran dalam bentuk HC adalah industri plastik, resin, pigmen, zat warna, pestisida dan pemrosesan karet. Diperkirakan emisi industri sebesar 10 % berupa HC. Sumber HC dapat pula berasal dari sarana transportasi. Kondisi mesin yang kurang baik akan menghasilkan HC. Pada umumnya pada pagi hari kadar HC di udara tinggi, namun pada siang hari menurun. Sore hari kadar HC akan meningkat dan kemudian menurun lagi pada malam hari. Adanya hidrokarbon di udara terutama metana, dapat berasal dari sumber-sumber alami terutama proses biologi aktivitas geothermal seperti explorasi dan pemanfaatan gas alam dan minyak bumi dan sebagainya. Jumlah yang cukup besar juga berasal dari proses dekomposisi bahan organik pada permukaan tanah, Demikian juga pembuangan sampah, kebakaran hutan dan kegiatan manusia lainnya mempunyai peranan yang cukup besar dalam memproduksi gas hidrokarbon di atmosfir.

DAMPAK KESEHATAN

Hidrokarbon diudara akan bereaksi dengan bahan-bahan lain dan akan membentuk ikatan baru yang disebut plycyclic aromatic hidrocarbon (PAH) yang banyak dijumpai di daerah industri dan padat lalulintas. Bila PAH ini masuk dalam paru-paru akan menimbulkan luka dan merangsang terbentuknya sel-sel kanker.Pengaruh hidrokarbon aromatic pada kesehatan manusia dapat terlihat pada tabel dibawah ini.



PENGENDALIAN DAMPAK

1. Mitigasi Dampak Hidrokarbon

Terdapat empat strategi dalam mitigasi dampak hidrokarbon :

  • Kontrol emisi kendaraan bermotor, hal ini dapat dilakukan secara periodik.
  • Kontrol emisi sumber stasioner seperti kilang minyak, petrokimia dengan menggunakan metode kondensasi, evaporasi, insenerasi, absorpsi dan subsitusi..
  • Penghindaran reseptor dari daerah yang tercemar.
  • Kontrol lingkungan (Controlled environment). Ada beberapa macam teknik yang telah digunakan untuk mengontrol emisi hidrokarbon dari sumbernya, yaitu insinerasi, adsorbsi, absorbsi dan kondensasi.

2. Alternatif penggunaan Bahan Bakar

Alternatif mengganti bahan bakar kendaraan bermotor dengan menggunakan energi sinar matahari dan juga minyak-minyak sayuran (nabati). Kelebihan menggunakan bahan bakar alternatif ini adalah melakukan penghematan, karena per liter lebih murah dibanding bahan bakar pada umumnya, memiliki nilai tambah bagi Indonesia, dan ramah lingkungan, karena tidak akan menghasilkan gas-gas Hidrokarbon.

Antara lain dengan menggunakan:

  • Minyak kelapa sawit . Ternyata sumber hidrokarbon bisa didapat dalam minyak kelapa sawit atau biji-bijian yang lain.Padanya terdapat struktur trigliserida yang serupa dengan hidrokarbon minyak bumi, yang memungkinkan digunakan untuk mensubstitusi minyak bumi. Peran teknologi katalis sangat vital pada tahap ini karena mengubah struktur trigliserida menjadi produk yang saat ini disuplai oleh minyak bumi memerlukan katalis yang tepat. Turunan gliserida yang dapat menggantikan bahan yang disuplai dari minyak bumi ialah bahan baker (solar dan bensin) dan bahan baku petrokimia.
  • Kedelai. Sekelompok peneliti dari Universitas Tasmania, Australia, mengklaim telah berhasil menciptakan sebuah mesin yang dapat digerakkan dengan bahan bakar diesel bercampur hidrogen. Menurut para penciptanya, jika 30 persen hidrogen ditambahkan ke dalam mesin pembakaran, hasilnya adalah pengurangan sekitar 70 persen karbon dioksida, karbon monoksida, dan hidrokarbon.

PENCEGAHAN

D.1.1 Sumber Bergerak

a) Merawat mesin kendaraan bermotor agar tetap baik.

b) Melakukan pengujian emisi secara berkala dan KIR kendaraan.

c) Memasang filter pada knalpot.

D.1.2 Sumber Tidak Bergerak

a) Memasang scruber pada cerobong asap.

b) Memodifikasi pada proses pembakaran.

D.1.3 Manusia

Apabila kadar oksidan dalam udara ambien telah melebihi baku mutu (235 mg/Nm3 dengan waktu pengukuran 1jam) maka untuk mencegah dampak kesehatan dilakukan upaya-upaya:

a) Menggunakan alat pelindung diri, seperti masker gas.

b) Mengurangi aktifitas di luar rumah.

2. PENANGGULANGAN

a) Mengganti peralatan yang rusak.

b) Mengatur pertukaran udara didalam ruang, seperti menggunakan exhaust-fan.

c) Bila jatuh korban keracunan maka lakukan :

  • · Berikan pengobatan atau pernafasan buatan.
  • · Kirim segera ke Rumah Sakit atau Puskesmas terdekat.

REFERENSI

http://www.depkes.go.id/downloads/Udara.PDF, didownload tanggal 15 Februari 2010

http://dizzproperty.blogspot.com/2007/10/pencemaran-udara-oleh-hidrokarbon.html, didownload tanggal 15 Februari 2010

http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/mes/article/viewFile/15904/15896, didownload tanggal 15 Februari 2010

http://www.kamase.org/?p=416, didownload tanggal 15 Februari 2010

http://klipingut.wordpress.com/2008/11/30/bahayanya-pencemaran-udara/, didownload tanggal 15 Februari 2010

DEBU

KARAKTERISTIK

Partikel debu dalam emisi gas buang terdiri dari bermacam-macam komponen. Bukan hanya berbentuk padatan tapi juga berbentuk cairan yang mengendap dalam partikel debu. Pada proses pembakaran debu terbentuk dari pemecahan unsur hidrokarbon dan proses oksidasi setelahnya. Dalam debu tersebut terkandung debu sendiri dan beberapa kandungan metal oksida. Dalam proses ekspansi selanjutnya di atmosfir, kandungan metal dan debu tersebut membentuk partikulat. Beberapa unsur kandungan partikulat adalah karbon, SOF (Soluble Organic Fraction), debu, SO4, dan H2O. Sebagian benda partikulat keluar dari cerobong pabrik sebagai asap hitam tebal, tetapi yang paling berbahaya adalah butiran-butiran halus sehingga dapat menembus bagian terdalam paru-paru. Diketahui juga bahwa di beberapa kota besar di dunia perubahan menjadi partikel sulfat di atmosfir banyak disebabkan karena proses oksida oleh molekul sulfur.

Berdasarkan ukuran diameter partikulat dikenal dengan :

sumber: [1] (tabel) dan [2] (gambar)

Perbandingan ukuran diameter partikel 0,1 µm

sumber : [6]

SUMBER POLUTAN

  • Sumber diam seperti industri, konstruksi, jalan tanpa aspal, dll.
  • Sumber bergerak yaitu kendaraan bermotor terutama yang bermesin   diesel. Penyebabnya adalah pembakaran tidak sempurna serta kandungan sulfur dalam BBM yang cukup tinggi serta kurang terpeliharanya mesin.
  • Akibat reaksi kimia beberapa senyawa antara lain sulphur dioksida dan nitrogen   oksida.
  • Sumber alamiah seperti letusan gunung berapi.
  • Debu terbang yang terbawa angin.

DAMPAK

Pada Manusia

Polusi partikulat –terutama partikulat yang halus- mengandung solid mikroskopis ataupun titik-titik cairan yang sangat kecil sehingga dapat masuk ke dalam paru-paru dan mengakibatkan gangguan kesehatan.

Berbagai penelitian saintifik telah menghubungkan paparan polusi partikulat sebagai penyebab berbagai gangguan kesehatan seperti :

  • Peningkatan gangguan pernafasan, misalnya iritasi saluran pernafasan atas, batuk, atau asthma
  • Penurunan fungsi paru
  • Menyebabkan asthma pada populasi sensitif
  • Peningkatan bronchitis kronis
  • Detak jantung tidak teratur
  • Serangan jantung minor
  • Kematian bagi orang dengan penyakit jantung atau paru

Ukuran partikel adalah penentu utama di mana dalam saluran pernapasan partikel akan datang untuk beristirahat ketika dihirup. Bergantung pada ukuran partikel, partikulat dapat menembus bagian terdalam paru-paru. Partikel yang lebih besar umumnya disaring di hidung dan tenggorokan dan tidak menimbulkan masalah, namun partikel yang lebih kecil dari 10 mikrometer, yang disebut sebagai PM 10, dapat masuk hingga di bronkus paru dan menyebabkan masalah kesehatan. Ukuran 10 mikrometer tidak mewakili batas yang ketat antara respirable dan non-respirable partikel, tetapi telah disepakati untuk memantau partikel di udara oleh sebagian besar lembaga regulator. Demikian pula, partikel-partikel yang lebih kecil dari 2,5 mikrometer, PM 2.5, dapat untuk menembus ke dalam daerah pertukaran gas di paru-paru, dan partikel-partikel sangat kecil (<100 nanometer) dapat melewati paru-paru untuk mempengaruhi organ-organ lain.

Bagaimana Particulate Matter Dapat Menimbulkan Gangguan Kesehatan

sumber : [7]

Secara khusus, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association menunjukkan bahwa PM 2,5 memicu terjadinya deposit plak di arteri, pembuluh darah menyebabkan inflamasi dan aterosklerosis – sebuah pengerasan pembuluh darah yang mengurangi elastisitas, yang dapat menyebabkan serangan jantung dan masalah kardiovaskular lainnya. Para peneliti juga berpendapat bahwa bahkan paparan jangka pendek pada konsentrasi tinggi dapat secara signifikan berkontribusi pada penyakit jantung.

Gambar Distribusi Kasus Kematian Akibat Kasus Kardiopulmonari dan Hubungannya dengan Partikulat Akibat Polusi Dari Kapal

sumber : [8]

Pada Lingkungan

1. Gangguan Penglihatan

Partikulat kecil (PM2.5) merupakan penyebab utama penurunan daya lihat (karena terbentuknya kabut) di negara Amerika Serikut, termasuk di daerah-daerah taman nasional dan hutan liar.

Gangguan penglihatan akibat polusi udara

sumber : [9]

2. Kerusakan lingkungan

Partikulat dapat dibawa oleh angin menempuh jarak yang jauh kemudian mengendap di tanah maupun di air (deposisi). Akibat dari pengendapan ini dapat berupa : peningkatan kadar asam pada danau maupun sungai; perubahan keseimbangan nutrien pada air pinggir pantai dan cekungan sungai; perngurangan nutrien pada tanah; perusakan sensitivitas hutan dan tanaman pertanian; serta dapat mempengaruhi biodiversitas.

Bagaimana partikulat dapat mengendap : deposisi kering maupun deposisi basah.

sumber : [10]

3. Perusakan Aestetik

Polusi partikulat dapat menodai dan merusak batu-batuan dan material lain, termasuk objek-objek bersejarah seperti patung dan monumen

Sumber

http://en.wikipedia.org/wiki/Particulate

http://www.hartford.gov/healthyhartford/OutdoorAir_Quality/OAQFinePart.htm

didownload pada 14 Februari 2010

http://www.epa.gov/oar/particlepollution/health.html

didownload pada 14 Februari 2010

www.scribd.com/…/Parameter-Pencemar-Udara-Dan-Dampaknya-Terhadap-Kesehatan

didownload pada 14 Februari 2010

http://wahyuset.wordpress.com/2008/10/16/perlunya-uji-emisi-kendaraan-bermotor-di-jakarta/

didownload pada 14 Februari 2010

6 http://www.charlestoncleanair.com/particulate.html

7 http://www.ucc.ie/en/chemistry/research/Atmosphericenvironmentalchemistry/

http://www.udel.edu/PR/UDaily/2008/nov/ships110707.html

http://www.pollutionissues.com/Ve-Z/Vehicular-Pollution.html

10 http://www.aer.com/scienceResearch/aq/index.html

KLORIN

Ditemukan oleh Scheele pada tahun 1774 dan dinamai oleh Davy pada tahun 1810. Klorin ditemukan di alam dalam  keadaan berkombinasi dengan gas Cl₂, senyawa dan mineral seperti Karnalit dan silvit.

Karakteristik dan Sifat-Sifat Pollutan

Gas klorin berwarna kuning-kehijauan dengan bau sangat menyengat, dapat larut dalam air, mudah bereaksi dengan unsur lain. Berat jenis gas khlorin 2,47 kali berat udara dan 20 kali berat gas hidrogen khlorida yang toksik . Gas khlorin sangat terkenal sebagai gas beracun yang digunakan pada perang dunia ke-1. Klorin dapat mengganggu  pernapasan, merusak selaput lendir dan dalam wujud cairnya dapat membakar kulit. Klorin  tergolong dalam grup unsur halogen (pembentuk garam) dan diperoleh dari garam klorida dengan mereaksikan zat oksidator atau lebih sering dengan proses elektrolisis. Pada suhu 10oC,  satu volume air dapat melarutkan 3.10 volume klorin, sedangkan pada suhu 30oC hanya 1.77 volume.

Sumber dan Distribusi

Khlorin merupakan bahan kimia penting dalam industri yang digunakan untuk khlorinasi pada proses produksi yang menghasilkan produk organik sintetik, seperti plastik (khususnya polivinil khlorida), insektisida (DDT, Lindan, dan aldrin) dan herbisida (2,4 dikhloropenoksi asetat) selain itu [juga digunakan sebagai pemutih (bleaching agent) dalam pemrosesan sellulosa, industri kertas, pabrik pencucian (tekstill) dan desinfektan untuk air minum dan kolam renang. Terbentuknya gas khlorin di udara ambien merupakan efek samping dari proses pemutihan (bleaching) dan produksi zat/senyawa organik yang mengandung khlor. Karena banyaknya penggunaan senyawa khlor di lapangan atau dalam industry dalam dosis berlebihan seringkali terjadi pelepasan gas khlorin akibat penggunaan yang kurang efektif. Hal ini dapat menyebabkan terdapatnya gas pencemar khlorin dalam kadar tinggi di udara ambien.

Dampak Terhadap Kesehatan

Selain bau yang menyengat gas khlorin dapat menyebabkan iritasi pada mata saluran pernafasan. Apabila gas khlorin masuk dalam jaringan paru-paru dan bereaksi dengan ion hidrogen akan dapat membentuk asam khlorida yang bersifat sangat korosif dan menyebabkan iritasi dan peradangan. diudara ambien, gas khlorin dapat mengalami proses oksidasi dan membebaskan oksigen seperti terlihat dalam reaksi dibawah ini :

Cl2 + H2O  ——-> HCl + HOCl

8 HOCl —–> 6 HCl + 2HClO3 + O3

Dengan adanya sinar matahari atau sinar terang maka HOCl yang terbentuk akan terdekomposisi menjadi asam khlorida dan oksigen. Selain itu gas khlorin juga dapat mencemari atmosfer. Pada kadar antara 3,0 – 6,0 ppm gas khlorin terasa pedas dan memerahkan mata. Dan bila terpapar dengan kadar sebesar 14,0 – 21,0 ppm selama 30 –60 menit dapat menyebabkan penyakit paru-paru ( pulmonari oedema ) dan bisa menyebabkan emphysema dan radang paru-paru.

Pengendalian

  1. Pencegahan
  2. Sumber Tidak Bergerak
  • Memasang scruber pada cerobong asap.
  • Memodifikasi pada proses pembakaran.
  1. Manusia

Apabila kadar khlorin dalam udara ambien telah melebihi baku mutu (150 mg/Nm3 dengan waktu pengukuran 24 jam) maka untuk mencegah dampak kesehatan dilakukan upaya – upaya :

  • Menggunakan alat pelindung diri, seperti masker gas.
  • Mengurangi aktifitas di luar rumah.
  1. Penanggulangan
  2. Mengganti peralatan yang rusak.
  3. Mengatur pertukaran udara di dalam ruang seperti mengunakan exhaust-fan.
  4. Bila terjadi korban keracunan chlorin maka lakukan :
  • Berikan pengobatan atau pernafasan buatan.
  • Kirim segera ke Rumah Sakit atau Puskesmas terdekat.

Sumber:

www.scribd.com/…/Parameter-Pencemar-Udara-Dan-Dampaknya-Terhadap-Kesehatan, didownload pada tanggal 11 Februari 2010 pada pukul 10.38 WIB

http://inspirehalogen.wordpress.com/page/2/, didownload pada tanggal 14 Februari 2010 pada pukul 19.12

SULFUR DIOXIDES

KARAKTERISTIK  POLLUTAN

Tidak mudah menyala, tidak mudah meledak, tidak berwarna, mudah larut dalam air, dan gas yang dapat menyebabkan iritasi. Merupakan salah satu jenis agen oksidasi dan agen reduksi pada temperatur ruangan. Pada atmosfer memiliki kemampuan bereaksi secara fotokimia ataupun katalitik dengan material pada atmosfer yang akan membentuk Sulfur Trioxides, Asam Sulfur, dan garam dari asam sulfur.

sumber : [1]

SUMBER POLUTAN

sumber : [2]

DAMPAK

Tumbuhan

Pada konsentrasi yang rendah, mekanisme klorofil hancur dan menyebabkan daun menjadi berwarna coklat kemerah-merahan. Pada konsentrasi 0,01 – 0,06 ppm (rendah) selama waktu 46 – 81 hari, pertumbuhan rumput-rumput menurun.

sumber : [1]

Building dan Metal

Building

sumber :[4]

Metal

sumber: [4]

HEWAN

Pada dasarnya hewan  resisten terhadap sulfur dioxida pada konsentrasi rendah (“Air Quality Criteria for Sulfur Dioxides – Public Health Control”, Washington D.C) karena tidak menunjukan dampak apapun saat dipaparkan pada konsentrasi SO2 yang rendah – tidak ada kematian, efek kronis ataupun kumulatif. Namun pada konsentrasi yang cukup tinggi dan kontinyu akan terjadi:

sumber : [1]

Lingkungan

Dengan bantuan ferrous sulfate (FeSO4) sebagai katalisator, akan terjadi oksidasi langsung sulfur dioksida menjadi asam sulfur dengan kehadiran oksigen dan air.



sumber : [3]

Manusia

sumber : [4]

Sumber

http://www.eric.ed.gov/ERICDocs/data/ericdocs2sql/content_storage_01/0000019b/80/38/ed/20.pdf, di dowlnoad pada Rabu, 10 Februari 2010 pukul 20.26 WIB

http://www.epa.gov/air/emissions/so2.htm, didownload pada Rabu, 10 Januari 2010 pukul 20.21

http://www.maine.gov/dep/air/acidrain/images/ARAIN1.jpg, didownload pada Minggu, 14 Februari 2010 pukul 19.15 WIB

4 Wark, Kenneth dan Cecil F. Warner. 1951.  Air Pollution: Its Origin and Control. New York : Harper & Row, Publisher. Inc.

welcome

Assalamu'alaykum.. Para pemirsa setia "ULET" Ultawomens Love Earth.. Silahkan membaca dan semoga mendapatkan kebermanfaatan dari rangkuman tulisan ini.. Untuk mendapatkan kualitas udara yang bersih disekitar mu... With Love "Ulet"
September 2016
M T W T F S S
« Feb    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Our Blog’s Comment

muhammadcank on Karbon Monoksida (CO)

Million Visitor

  • 31,649 hits